Mengorganisir

Mungkin Koperasi, Mungkin Bukan

Pengantar bincang-bincang koperasi pada Jambore Keswadayaan 2026, ditulis sebagai fragmen catatan harian dari 2022 sampai 2026.

Ahmad Farid tampil stand-up comedy di panggung Jambore Keswadayaan

Agar kita sama-sama punya pijakan bagaimana memulai percakapan ini, izinkan saya menyajikan pengantar ini dalam format fragmen-fragmen catatan harian.

Alasannya selain mudah, karena tinggal salin-tempel dari akun Google Keep saya, kok kayaknya lumayan seru juga. Mari kita mulai …

Oktober 2022: Kemarin main ke basecamp-nya Cakrawala Literasi di Pesawahan, diskusinya menarik. Intinya setiap komunitas literasi mesti memahami bagaimana pentingnya daya, data, dan dana. Mudah betul mengumpulkan dua hal pertama. Tapi urusan yang terakhir itu lain cerita. Sambil tertawa kencang, hati saya menangisi kenangan 2017 dan 2020 lalu saat berutang pada Bank Mandiri dan Home Credit, demi kantor Nyimpang. Intinya, bank memang anjing, dan pandemi membuat gigitannya kian berbahaya. Sementara Negara? Aduh.

November 2022: Selama ini kami menghidupi nyimpang.com dengan patungan melulu. Setahun dua tahun sih terasa biasa saja. Toh, hosting dan domain setahun cuma sejutaan. Namun lama-lama terasa mengusik. Ini kok kayak mengelus-elus romantisme perjuangan. Masa 6 tahun jalan, tapi tiap tanggal 10-an kita ngerokoknya linting bako melulu. Padahal tanggal tua masih jauh.

Maret 2023: Kemarin main ke Derik dan dia cerita, koperasi kelompok buruh yang dia kawal bubar jalan. Padahal, kata dia tabungan sudah terkumpul sampai 50 juta rupiah dalam setahun, lalu begitu RAT tabungan dibagi-bagikan begitu saja. Alasannya, bingung mau diapain itu duit. Sambil menepuk jidatnya dia bilang: Dasar miskin imajinasi!

September 2023: Akhirnya koperasi kejadian juga. Dimulai dengan kru NYIMPANG dan beberapa kontributor di website kami yang mau ikutan. Tanpa repot-repot mendaftar di notaris segala, akhirnya kami sepakati dulu seperti apa cara kerja dan aturan mainnya. Semuanya dioperasikan di atas spreadsheet dan grup WhatsApp. Semoga kapan-kapan bisa bikin aplikasi seperti aplikasi Bank Jago biar gak repot mondar-mandir antar aplikasi.

Januari 2024: Kebanyakan kami adalah penulis, atau ngaku-ngaku penulis lebih tepatnya. Tentu saja imajinasi adalah cara kami “bekerja” sehari-hari. Namun paradoksnya kami bisa membuat cerita gak masuk akal agar bisa dipercaya, tapi gak bisa nabung 20.000 per bulan. Padahal kalau dipikir lagi, menulis sendiri menuntut disiplin serius. Tenggat dan revisi berkali-kali. Lalu ke mana perginya disiplin keuangan kita?

September 2024: RAT Pertama. Semua dapat bagian, tapi jumlahnya bikin ingin menangis. Beberapa project membagikan hasil laba dari usahanya. Tapi juga ada project yang gagal dan membuat kas hilang. Jadi, yah, nyaris impas, tapi syukurnya ada sisa untung. Pelajaran penting: jangan biayai orang yang gak bisa spreadsheet! Wkwk.

Januari 2025: Saya menikah dan menarik seluruh tabungan untuk mas kawin, Fahrul mengakses pinjaman untuk menambah barang dagangan di toko buku onlinenya, Nyimpang.com dan Pustakaki Press jadi Unit Kerja dengan sistem keuangan masing-masing. Semuanya terasa smooth-smooth saja. Intinya jangan kasih pinjam siapa pun yang bahkan tak mau repot-repot menabung. Kita udah belajar hal itu dari pengalaman RAT tahun lalu.

Maret 2025: Asumsiku ada dua jenis orang yang sama berbahaya ketika berurusan dengan uang. Yang menganggap uang sebagai tujuan utama, dan yang yakin uang tidaklah penting. Kedua jenis “ekstremis” ini sama-sama rawan jadi kreditur bank ceroboh, kalau bukan jadi teman yang memberatkan. Menurutku sikap yang tepat berurusan dengan uang adalah memperlakukannya sebagai alat kerja. Dan seorang pengrajin yang baik memang tidak bergantung pada alat, tapi mestilah telaten merawat peralatannya setiap hari. Begitulah seharusnya sikap kita pada uang.

September 2026: Ibrahim melunasi 50% utang pinjolnya, Syahidah melunasi tunggakan UKT-nya 100%, dan yang lebih penting, kami akhirnya punya tempat tinggal, kantor, dan langganan wifi, semua sudah dibayar selama satu tahun penuh!

Oktober 2026: Jumlah perputaran kredit sampai di atas seratus juta. Wah, agak takjub sendiri. Saya kira kami hanya akan sampai menghimpun akumulasi di 50 juta lalu RAT sekalian bubar jalan. Rupanya kami mesti terus berjalan. Project ini, apa pun istilahnya, Koperasi, CU, Ceban Pertama, atau sekadar arisan bocah-bocah … mesti terus berjalan. Secara pribadi saya banyak tertolong, dan yang lain saya kira juga merasakan hal yang sama. Well, persetan dengan KUR Mandiri!

Nah, baiklah, saya kira cukup sekian hasil salin-tempel diary ini. Kalau diteruskan, khawatir kawan-kawan Gen Z melabeli saya Milenial NPD. He he. Kini izinkan saya menutup dengan satu pertanyaan untuk kita refleksikan dan percakapkan: Kawan-kawan yang budiman, kalau berkoperasi adalah jawabannya, lalu apa saja pertanyaan-pertanyaannya?

Komentar · 0

Tulis komentar

Akun dibuat otomatis dari email ini, dan kami kirim link untuk membuat kata sandi. Sudah punya akun? Masuk