Mengorganisir

Menang Jelek Juga Tetap Menang

Catatan Kuartal III Pustakaki Press

Gambar hanya pemanis

Kuartal III tahun ini kami tutup dengan rasa syukur, meski sejujurnya ini kuartal paling berat yang pernah kami jalani. Rasanya seperti pertandingan sepak bola yang berjalan sangat panjang: kami bertahan, kelelahan, dan akhirnya cuma bisa memastikan satu hal, kami belum tersingkir.

Target pendapatan bruto yang kami pasang di awal kuartal ada di kisaran Rp 160 sampai 170 juta. Yang tercapai Rp 156.082.282. Selisihnya tipis, tapi tetap belum sesuai target. Kalau memakai bahasa sepak bola: kami menang, tapi menangnya jelek.

Tulisan ini bukan sekadar laporan angka. Saya ingin mencatat apa yang berat, apa yang berhasil, dan apa yang akan kami lakukan di kuartal berikutnya.

Beberapa Analisis Minus Kuartal III

Mari kita mulai dari pahitnya dulu. Jika kita mau analisis lebih mendalam apa penyebab kemenangan skor tipis, bahkan nyaris imbang ini, kira-kira seperti inilah bedahan saya:

  1. Tiga dari tujuh kru kami rupanya sedang berada di ambang tugas akhir kuliah mereka. Tentu saja ini bukan penyebab utama dan satu-satunya. Namun sedikit banyak ini turut mempengaruhi bagaimana situasi day by day di kantor.
  2. Tiga Proyek Besar dengan Manajemen Pelaksanaan Kontrak yang Buruk. Selama Kuartal III kami mesti menjalani 3 kontrak dengan total akumulatif senilai 300,000,000. Sepintas terlihat menyenangkan di atas kertas, tapi rupanya semua project itu tak berjalan sesuai ekspektasi. Pertama, masing-masing project tersebut tidak menggunakan skema Down Payment, sementara masing-masing project tersebut perlu bobot konsentrasi dan finansial yang sangat besar. Kedua, timeline pelaksanaan project rupanya tidak sesuai schedule,  ada yang terlalu maju, dan ada yang terlalu mundur. Kedua masalah ini mengakibatkan arus kas tersendat.

Beberapa Analisis Plus Kuartal III

Meski begitu, skor imbang ini pun sebenarnya menghasilkan catatan plus juga. Sekarang mari kita deep-dive respon strategis dan tindakan taktis yang kita lakukan pada Kuartal III yang lalu:

  1. Re-organisasi kru di tengah kuartal 3. Berangkat dari kuartal sebelumnya serta kondisi yang ada, akhirnya kami mengubah arah kebijakan SDM kami, misalnya kami ingin tim diisi oleh pekerja tipikal manager yang generalis, alih-alih pekerja tipe tasker yang spesialis. Akhirnya terjadi hal seperti “pengalumnian” 2 editor, dan kenaikan kelas dari “Content Production” menjadi Junior Broad Marketing.
  2. Aktivasi sistem ERP (Enterprise Resource Planning) terpusat.
  3. Kerjasama Strategis untuk Pengembangan Produk Layanan Baru
  4. Strategi Marketing Multi Channel (Meta Ads, Google Ads, dan TikTok Ads)
  5. Aktivasi CMS Berbasis AI
  6. Ekosistem Penjualan Multi Funnel

Target dan Langkah Strategis Kuartal IV

Memasuki Kuartal IV, alias pertandingan leg 2 sekaligus penentuan di akhir tahun nanti, kami punya beberapa strategi untuk menjalankan fokus utama kami seperti (a) Menstabilkan margin keuntungan, dan (b) Menjaga arus kas tetap sehat, sebagaimana berikut:

  1. Target Revenue Kuartal IV Rp 250 juta. Melalui penagihan piutang aktif sebesar 150jt dan New Customer 100jt.
  2. Efisiensi Pemasaran: Mempertajam fokus dan efisiensi biaya iklan melalui aktivasi multi-funnel di website induk, media sosial, dan mesin pencari.
  3. Re-Focus Sales Activity: Pembentukan divisi khusus untuk meningkatkan jumlah deals dengan taktik cold calls, cold emails, dan visit alamat calon customer B2B seperti Yayasan dan Perusahaan.
  4. Testing Produk Baru: pada kuartal ini juga kami akan launch aplikasi “Pembuat Buku” dengan infrastruktur AI dan optimasi jaringan beck-end dari sisi vendor produksi dan tim redaksi internal.

Kesimpulan

Kesimpulan kami untuk Kuartal III (pertandingan leg 1) ini barangkali kami lebih mirip seperti tim-tim asuhan awal Mourinho. Menang jelek juga tetap menang. Kira-kira begitulah.

Untuk leg selanjutnya, tentu saja kami ingin menang cantik ala Timnas Spanyol di Pildun 2026. Laba lebih besar, piutang tertagih sampai nol, utang produksi juga nol, dan bisa piknik akhir tahun bareng-bareng kru dan teman-teman seminggu di Karimun Jawa.

Namun jika keadaan di leg ke-2 ini nanti situasinya berbeda, tentu kami akan bermain seperti Portugal di Euro 2016 yang pragmatis dan bikin jengkel penonton. Menjaga pertahanan (pengeluaran) serapat mungkin, bergantung pada peruntungan bola mati (service/product utama) dan penalti (produk baru) asalkan menang.

Its ugly win, but still win.

Pada akhirnya tanpa bermaksud meremehkan situasi “in this economy”, kami hanya ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada rekan investor atas kepercayaan dan supportnya di masa-masa darurat, serta seluruh kru atas kerja keras dan ketangguhannya di lapangan pertandingan. Kami terus belajar, dan rasa-rasanya makin matang saja. Semoga kita bisa selalu siap menghadapi musim-musim tanding berikutnya. Anjay.

Komentar · 0

Tulis komentar

Akun dibuat otomatis dari email ini, dan kami kirim link untuk membuat kata sandi. Sudah punya akun? Masuk